Menurut Kantor Berita ABNA, Humas IRGC pada hari Senin (19/4/2021) menyatakan, setelah bertahun-tahun perjuangan tak kenal lelah dan tulus di berbagai bidang untuk melindungi revolusi dan mengabdi kepada sistem dan negara Islam, veteran yang terhormat Brigjen Hejazi gugur syahid karena penyakit jantung dan bergabung dengan rekan-rekannya yang telah gugur syahid.
Brigjen Hejazi adalah salah satu komandan senior selama delapan tahun perang pertahanan suci. Ia memainkan peran dalam perekrutan, pengorganisasian, dan pengiriman pejuang ke medan perang untuk melawan tentara Saddam dan pasukan bayaran arogansi global dalam perang yang dipaksakan.
Humas IRGC menerangkan bahwa Brigjen Hejazi pernah memimpin IRGC di Lebanon dan dalam beberapa tahun terakhir, ia menggunakan pengalamannya untuk membantu pasukan pembela Haram (tempat suci) dan front perlawanan Islam dalam perang menumpas Daesh dan terorisme Takfiri.
Setelah gugurnya Letnan Jenderal Qasem Soleimani, kepemimpinan Pasukan Quds dipegang oleh Brigadir Jenderal Esmail Qaani dan ia kemudian mengusulkan pengangkatan Brigjen Hezaji sebagai wakilnya. (RM)
342/